Beli buku ini krn penasaran baca testimoni pembaca yg mengaku putus sm pacarnya setelah baca ini. Isi bukunya adalah fakta, tegas, lucu,menyentuh dan tentunya ilmu. Do you wanna try guys? haha. Buku ini juga memantapkan saya untuk tetap gak pacaran.
Inti dari buku ini adalah “jangan mendekati zina”. say no to PACARAN and say yes to NIKAH !
Kalo belum mampu nikah, tetap jangan pacaran. Gak ada alasan buat kata pacaran, pacaran yang apapun sebutannya gimanapun bentuknya apapun aktifitasnya. Wohooo garis keras banget ustaaaaaadz :( :)
If you’re not ready yet, don’t push your luck.
Dibuku ini juga ada tips meminimalisasi galau versi sang ustadz. Ada 4 :
Mengingat Allah, akan membuat galau karena cinta menjadi ketenangan.
"Dia lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang mukmin untuk menambah keimanan mereka yang telah ada. Dan milik Allah lah bala tentara langit dan bumi, Dan Allah maha mengetahui lagi bijaksana.” (Q.S. Al-Fath: 4)
"Orang - orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram." (Q.S. Ar-Ra’d: 28)
Gabungkan diri dalam perjuangan Islam.
"Wahai orang - orang yang beriman ! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (Q.S. Muhammad: 7)
Baca kisah - kisah Rasulallah, sahabat dan panglima - panglima Islam.
"Ketahuilah bahwa membaca kisah - kisah dan sejarah tentang orang yang memiliki keutamaan akan memberikan kesenangan dalam jiwa seseorang. Kisah tersebut akan melegakan hati, mengisi kehampaan, serta membentuk watak yang penuh semangat dilandasi kebaikan dan menghilangkan rasa malas." (Ibn Huzail Al-Andalusi)
Find your positive hobby, yang bisa mengalihkan kita biar yang kepikiran !
Maybe melalak kah, gangguin orang kah, nyanyi kah, masak kah, tidur kah, nonton kah, baca kah, nulis kah, nyulam kah, whatever yang pasti do what you love and love what you do tapiii yang syar’i :p
Dibuku ini ustadz juga menjelaskan hubungan sebab akibat. Kalau udah siap udah mampu dan ingin menikah, tapi si jodoh tak kunjung jumpa. Introspeksi diri, pantaskan diri, bersiap bersiap bersiap.
Coba bayangkan, kalau kamu laki laki, kira kira perempuan seperti apa yang kamu pengen jadi istrimu. Sebaliknya juga gitu. Coba tempatkan diri kita di diri orang, buat bahan memantaskan diri dan introspeksi.
Contoh, kalau seandainya saya jadi laki laki, saya pengen punya istri yang sholehah, hafal Q.S. Ar-Rahman, akhlaknya juara, tahan banting, gak sukak ngeluh, selalu bersyukur, gak pemarah, pandai memanage, sedap ditengok mata tapi gak harus cantik,
Nah, jadi saya harus kayak gitu juga, memantaskan diri. Karena janji Allah juga yang baik pasti untuk yang baik.
Contoh lagi, kalau seandainya saya jadi perempuan *memang saya perempuan kok, believe me!*, saya pengen punya suami yang sholeh lah pastinya, bacaan qur’an nya bagus, hafal Q.S. Ar-Rahman, akhlaknya juara, bukan shoppaholic, gak harus ganteng biasa aja, suka bersodara sana sini alias pandai bergaul. hahaha ini bukan curhat, ini cuma seandainya :p
Berdo’a berdo’a berdo’a berdo’a, semoga Allah mendekatkan si Jodoh. Sabar sabaaar, Allah itu maha adil kok :’))))))
Dan, yang paling romantis itu ada di halaman 116.
Pria yang akan menikah, meminta kepada calon istrinya untuk menghafalkan satu hadist, isinya begini :
”Ingatlah, aku telah memberi tahu kalian tentang istri-istri kalian yang akan menjadi penduduk surga, yaitu yang penyayang, banyak anak (subur), dan banyak memberikan manfaat, kepada suaminya, yang jika ia menyakiti suaminya atau disakiti, ia segera datang hingga berada dipelukan suaminya, kemudian berkata "Demi Allah, aku tidak bisa memjamkan mata hingga engkau meridhoiku”. (HR. Al- Baihaqi).
No comments:
Post a Comment