manusia. Ia manusia sempurna. Manusia yang berakhlak mulia. Ma’sum
(terjaga) dari segala kesalahan dan dosa. Dan, ia dibekali dengan segala
keistimewaan dari-Nya.
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar di atas budi pekerti yang agung.” (QS. al-Qalam: 4)
“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari bangsamu
sendiri, terasa berat olehnya penderitaanmu, ia sangat menginginkan
keimanan dan keselamatan bagimu, sangat pengasih dan sangat penyayang
terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 128)
Karena kemuliaan dan keagungannya itu juga Allah dan para malaikat
bershalawat dan memerintahkan orang-orang yang beriman untuk bershalawat
dan salam kepadanya. “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya
bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah
kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,” (QS. Al-Ahzab: 56).
Dari beberapa dalil, kita bisa menyimpulkan bahwa bershalawat kepada
Nabi merupakan salah satu ibadah yang mendapatkan pahala bagi orang yang
mengerjakannya. Dengan demikian, tidak masalah berlebihan memuji
Rasulullah melebihi kedudukan yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya,
asal tidak sampai kepada pengkultusan hingga menuhankannya sebagaimana
yang dilakukan oleh umat agama lain.
“Janganlah kalian memuji aku secara berlebihan, sebagaimana kaum
Nasrani menyanjung Isa bin Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka
katakanlah ‘hamba Allah dan Rasul-Nya’.” (HR. Bukhari)
Hadits ini tidak menunjukkan larangan memuji Rasulullah secara
berlebihan, tapi lebih pada pelarangan memujinya dengan “pengkultusan”
yang dapat dikategorikan sebagai syirik.
No comments:
Post a Comment