Monday, October 5, 2015

Islamic Q & A : Memuji Rasulullah

manusia. Ia manusia sempurna. Manusia yang berakhlak mulia. Ma’sum (terjaga) dari segala kesalahan dan dosa. Dan, ia dibekali dengan segala keistimewaan dari-Nya.

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar di atas budi pekerti yang agung.” (QS. al-Qalam: 4)

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari bangsamu sendiri, terasa berat olehnya penderitaanmu, ia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, sangat pengasih dan sangat penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 128)

Karena kemuliaan dan keagungannya itu juga Allah dan para malaikat bershalawat dan memerintahkan orang-orang yang beriman untuk bershalawat dan salam kepadanya. “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya,” (QS. Al-Ahzab: 56).

Dari beberapa dalil, kita bisa menyimpulkan bahwa bershalawat kepada Nabi merupakan salah satu ibadah yang mendapatkan pahala bagi orang yang mengerjakannya. Dengan demikian, tidak masalah berlebihan memuji Rasulullah melebihi kedudukan yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya, asal tidak sampai kepada pengkultusan hingga menuhankannya sebagaimana yang dilakukan oleh umat agama lain.

“Janganlah kalian memuji aku secara berlebihan, sebagaimana kaum Nasrani menyanjung Isa bin Maryam. Aku hanyalah hamba-Nya, maka katakanlah ‘hamba Allah dan Rasul-Nya’.”
(HR. Bukhari)

Hadits ini tidak menunjukkan larangan memuji Rasulullah secara berlebihan, tapi lebih pada pelarangan memujinya dengan “pengkultusan” yang dapat dikategorikan sebagai syirik.

No comments:

Post a Comment