Monday, October 5, 2015

Fangirling

Untuk kedekatan antara artis dan penggemar biasanya diadakan meet & greet. Ini adalah suatu acara pertemuan yang biasanya diselenggarakan oleh sang koordinator untuk saling sapa antara artis-penggemar bahkan penggemar-penggemar yang dipertemukan secara langsung karena biasanya interaksi mereka hanya lewat dunia maya. Acara ini terlaksana dipatok harga dengan biaya untuk mendatangkan si artis, sewa tempat, konsumsi dan merchandise.

Saya akui bahwa prestige (gengsi, RED) seorang penggemar sangat tinggi. Kebanggaan tersendiri bagi seorang fans bila dia dapat bertemu langsung dengan sang artis dan dapat memamerkan foto bareng-nya sehingga dapat membuat envy penggemar lain. Mengumpulkan merchandise atau barang-barang yang berbau si artis idola juga merupakan kebanggaan karena biasanya semakin banyak barang yang dikumpulkan berbanding lurus dengan predikat fans sejati.

Penjualan merchandise dapat dijadikan peluang bisnis bagi sebagian orang. Membuat barang tiruan dari outfit yang digunakan si artis atau membuat barang dengan nama/foto sang idola merupakan hal yang wajib dimiliki bagi seorang penggemar. Tak jarang barang-barang tersebut dijual dengan keuntungan lebih dari 100%. Apalagi terdapat kata officialatau barang yang disarankan si artis maka tanpa berfikir dua kali mereka langsung membelinya.

Pernah membaca suatu kutipan bahwa, "fangirling tidak akan bisa kaya". Seperti tersihir, penggemar rela melakukan apapun demi idolanya.

Keberadaan fanbase sering kali tidak berbeda dengan para paparazi (wartawan, pencari berita, RED) karena mereka akan terus mencari berita-berita terbaru tentang artis idolanya yang nantinya akan menjadi bahan pembicaraan dengan sesama penggemar.

Tak jarang terjadi pertengakaran karena kesalahpahaman antara dua fanbase atau lebih yang mungkin si artis sendiri tidak tahu apa penyebabnya. Ini dikarenakan kebanyakan fans adalah para ABG yang masih dalam proses pencarian jati diri yang emosinya belum stabil sehingga mudah terpancing amarah tentang apa yang mereka tidak sukai. Apalagi banyak yang sepaham dengannya yaitu teman-teman satu fanbase sehingga mereka seperti siap bertempur karena memiliki pasukan.

Para pembenci atau haters juga merupakan musuh dari fans. Para penggemar mengidam-idamkan idolanya sedangkan haters menjelek-jelekkan mereka. Para penggemar yang telah dewasa biasanya mengabaikannya.

Ada juga para penggemar laki-laki biasanya mereka tidak mengidolakan artis tetapi club olahraga. Menurut saya, mereka lebih fanatik daripada fangirling. Para fanboying ini juga memiliki sebutan. Adapula monopoli penjualan merchandise yang terjadi disini. Tidak seperti fanbase biasa yang menjualnya lewat online shop karena lebih terkoordinasi mereka bahkan memiliki outlet resmi.

Saya jugamempunyai idola dan anti-fans. Saya punya idola bahkan lebih dari satu dan pernah membeli merchandise resmi. Tetapi saya sadar bahwa hal yang berlebihan itu tidak baik. Mempunyai idola adalah hal yang lumrah karena kita dapat mencontoh hal yang baik dan dapat menjadi inspirasi agar kita menjadi lebih baik.

Terkadang saya berfikir bahwa “cinta saya hanya bertepuk sebelah tangan” (abaikan! -.-v) . Ya, para artis yang saya idolakan tidak mengenal saya bahkan tidak tahu atau mungkin tidak terbayang oleh mereka bagaimana perjuangan seorang penggemar mereka. Itu kembali kepada pribadi masing-masing bagaimana kita sebagai penggemar dapat membatasi diri untuk mengukur seberapa kagum kita kepada mereka yang pantas untuk dibanggakan. Setiap orang berhak untuk memiliki idola. Orang yang tidak memiliki idola hanya dapat membanggakan dirinya sendiri sehingga dia akan menjadi orang yang sombong.

No comments:

Post a Comment